Jadi Anggota KPPS termuda, Wanita ini bangga tingkat partisipasi pemilih di Desanya meningkat.

60

Jatinunggal, kopeah.com — Pemilukada serentak 2018 telah resmi dilakukan, baik pada tataran Kabupaten/Kota sampai pada tingkatan Gubernur.

Para penyelenggara Pemilu pun menjadi komponen penting dalam jalannya pesta demokrasi lima tahunan sekali.

Salah satu komponen penting tersebut adalah KPPS atau Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.

Mereka berjumlah 7 orang dan bertugas sebagai petugas administrasi di tingkat tempat pemungutan suara.

Namun bagaimana jika petugas KPPS adalah seorang wanita yang masih terbilang muda.

Dialah Neng Fuzia Afrianti (23), warga Desa Kirisik, Kecamatan Jatinunggal yang termotivasi untuk mengabdikan diri untuk menyukseskan Pemilu di lingkungan Kediamannya.

Sebagai anggota KPPS 2 di TPS 06, Desa Kirisik, Kecamatan Jatinunggal, ia bertugas membantu segala keperluan administrasi yang diperintahkan oleh Ketua KPPS.

Tidak pernah terbesit dalam pikirannya, bahwa ia akan menjadi bagian dalam panitia penyelenggara pemilu di tingkat Desa.

“Awalnya ditawarin untuk jadi kpps, tadinya saya ragu soalnya ga tau soal Pilkada gitu lah. Namun setelah dipikir-pikir, akhirnya saya ingin berpartisipasi dalam pemilu ini, biar ada pengalaman juga nantinya,” tuturnya saat dikonfirmasi kopeah.com via video call, Sabtu (30/6/2018)

Mahasiswi yang sedang melanjutkan studi S2 di UPI Bandung ini juga menyebutkan, setelah di bimtek oleh KPU mengenai teknis melaksanakan pemungutan suara, dirinya telah siap menjalankan tugas. Terlebih ia ounya motivasi dan tekad yang tinggi untuk mencoba hal-hal baru.

“Setelah jadi anggota, saya jadi tau kerja KPPS itu bukan hanya pas hari H aja, tapi mulai dari persiapan juga harus benar-benar teliti. Oleh sebab itu pekerjaan seperti ini bukan pekerjaan sepele,” katanya.

Ia pun mengaku sangat menikmati pekerjaan tersebut. Terlebih keraguan sempat menjadi penghambat dalam menjalankan tugasnya.

“Selama kemarin bertugas penuh waktu, enggak ada masalah, soalnya kan resiko juga ya namanya juga kerjaan, jadi dibawa santai saja. Memang saya sempat enggak pede karena masih awam sama model formulir, tapi udah jalan mah terasa mudah ko,” paparnya.

Ia pun bersama sang Ketua KPPS, Mumu Saeful Rahmat (58) dan lima orang anggota lainnya rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran agar partisipasi pemilih di sekitar TPS tersebut bisa sesuai target, yakni 75 persen.

“Ini merupakan pengalaman berharga bagi saya, meskipun waktunya hanya beberapa hari. Karena tugas seorang anggota KPPS adalah melayani masyarakat yang mempunyai hak untuk memilih,” tandasnya.

Belakangan diketahui, wanita yang gemar travelling ini juga mengabdikan diri sebagai petugas Dapodik di salah satu sekolah dasar di Desa Kirisik. Fuzia pun mempunyai cita-cita untuk menjadi bagian dalam memajukan pendidikan di desanya. (rjm)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.